Memahami suku Budaya Asal Bajau Negara Yang Tidak Memiliki Identitas

Memahami suku Budaya Asal Bajau Negara Yang Tidak Memiliki Identitas

Menurut analisis politik Walhi, posisi suku Bajau semakin melemah karena mereka umumnya bukan warga negara, termasuk berkewarganegaraan Indonesia, sedangkan yang berasal dari Malaysia tetapi bukan warga negara Malaysia, berasal dari Filipina tetapi tidak juga dianggap sebagai warga negara Filipina. . Mereka adalah orang-orang bebas yang hidup seperti nenek moyang mereka. Pengobatan di kedua negara saat ini tidak manusiawi. Jika ditahan di pantai sebentar saja, mereka akan dikirim ke Filipina setelah bekerja setelah penangkapan fisik dan dikirim ke penjara Malaysia.

Mencari Perbatasan  Yang Sangat Dekat

Memahami suku Budaya Asal Bajau Negara Yang Tidak Memiliki Identitas

Suku Bajau Pelau masuk ke Malaysia karena perbatasannya sangat dekat dan tanah tempat mereka bersembunyi benar seperti adat nenek moyang mereka. Namun, saat mendekati pemerintah Malaysia, mereka memilih tetap tinggal di Indonesia. Bajau peas masyarakat kaltim dikelilingi rapi, di sekitar pulau balikukup, Tanjung buaya-buaya dan desa batu putih. Mereka memanfaatkan waduk dan sumber air Pulau Balikukup, termasuk bekal beras. Beras dll. Makanan, air tawar. , bahan bakar, pakaian dan barang-barang rumah tangga dan bahkan buah-buahan musiman.

Disetujui oleh Kepala Telegram Polda Kalimantan Timur Nomor: TR / 585 / XI / 2009 perihal Laporan dan Komando Pengamanan dan Penjagaan Perbatasan Kapolres Berau, No. Malaysia), akibatnya, polisi menangkap 103 warga suku Bajau Pala’u di Pulau Balikukup, Kecamatan Batu Batu, Kabupaten Berau. Mereka terdiri dari 34 laki-laki dewasa, 24 perempuan dewasa, serta 20 laki-laki dan 23 perempuan. Hasil survei menunjukkan bahwa mereka memasuki kawasan Pulau Balikukup antara Agustus hingga November 2009, namun ada pula yang tinggal di sekitar Pulau Balikukup selama 2 tahun, mencari ikan dan berinteraksi dengan warga sekitar. Menjual ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, dari 103 orang tersebut, 90 orang mengaku warga negara Malaysia dan 13 orang mengaku warga negara Filipina, semuanya adalah Bajau dan berbicara bahasa Bajau.

Menyatakan Hasil Investigasi Oleh Kantor Imigrasi

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi dan Philippine Liaison Officer serta Malaysia Liaison Officer, penumpang kapal yang diasuransikan oleh Kepolisian Berau tersebut tidak memiliki dokumen perjalanan, sehingga Philippine LO atau Philippine LO Malaysia menyatakan bahwa penumpang adalah orang Filipina dan Malaysia.

Pada 2010 sekitar pukul 15.30 WITA bertempat di Ruang Sidang Semama Setda Berau diadakan Muspida Regional Coordinating Meeting. Ia mengatakan, rencana pemulangan WNA (orang di atas kapal), seiring dengan pembahasan surat dari Kantor Imigrasi Kelas II Tarakan yang menyatakan bahwa proses deportasi tidak akan bisa menangani kasus WNA di Bajau. . sesuai dengan hukum nr. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian, karena dalam rapat tersebut disepakati sebanyak 103 orang WNA dipulangkan ke laut lepas (batas perairan NKRI), maka disepakati pemulangan WNA.

Memiliki Tugas Untuk Melindungi Hak Asasi Setiap Orang

Berdasarkan kebijakan atau kebijakan ini, Komnas HAM menyelidiki apakah tindakan Pemerintah Berau dan Polres yang sembrono dan akan mengarah pada pelanggaran HAM yang lebih serius. Komnas mengingatkan HAM bahwa pemerintah Indonesia. Polri memiliki tugas untuk melindungi hak asasi setiap orang, apapun kewarganegaraannya. Menurut kelompok tersebut, suku Bajau Pelau diduga merupakan warga negara Indonesia, dengan bukti bahasa Bajau di Berau dapat bersinggungan dengan tradisi epistemologis dan budaya.

Menurut tokoh masyarakat Bajo di Desa Batu Putih, Suku Bajau Pelau sudah ada sejak abad ke-17 dan pemilik perahu merupakan suku asli yang terus melestarikan tradisi leluhurnya. Komnas HAM mengingatkan, jika suku Bajau Pelau melarang tinggal, meski harus makan sehat,, yang mengakibatkan kematian, bisa menjadi masalah serius. Komnas HAM mendesak Pemerintah. Pemkab Berau dan DPRD Kab. Segera atasi status perkawinan suku Bajau Pelau dengan memberikan tanda pengenal hidup yang jelas, bekerjasama dengan

Share Post